Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Keramat Tajug Gelar Festival Budaya Cuci Pusaka & Pengambilan Air di 7 Sumur serpong | BantenOne

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Keramat Tajug Gelar Festival Budaya Cuci Pusaka & Pengambilan Air di 7 Sumur serpong

BantenOne.com, Tangsel–Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dimeriahkan oleh festival kirab budaya Keramat Tajug dengan menampilkan lomba Rawi, Bazar dan pawai menunggang kuda serta adat tradisional local, dibawah asuhan Yayasan Tubagus Muhamad Athif, yang diselenggarakan dihalaman parkir Keramat Tajug Kota Tangsel. Kamis, 28/9/2023.

Acara yang dihadiri Staf khusus Walikota Tangsel Drs Helly Slamet, Camat Serpong ( mewakili) ,Lurah Serpong dan Cilenggang, Koramil Serpong ( mewakili ), Polres Tangsel ( mewakili ), Tokoh Agama ,Tokoh masyarakat, Ansor, Pemuda Pancasila, TB Sos Rendra ( pengurus Keramat Tajug ), Dan seluruh tamu undangan.

“Festival kirab budaya akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 28, 29 dan ditutup pada 30 September 2023”.

Acara festival kirab budaya Keramat Tajug bernuansa Islami dan sangat banyak faedah yang dapat dipetik, salahsatunya adab dan tatacara penghormatan kepada leluhur, mengingatkan kita bahwa pada zaman dahulu sudah ada tatanan kehidupan bermasyarakat yang humanis serta peninggalan atau benda pusaka yang menunjukkan seorang manusia harus bisa membentengi diri-sendiri, dari Bahasa Bantennya disebut (Tatag) diartikan dengan tegak lurus, dan bahwasanya orang-orang pada zaman dahulu itu adalah kesatria sehingga dapat menentukan dan mempertahankan untuk keberlangsungan hidup pada masa selanjutnya.

TB Sos Rendra sebagai pengurus Keramat Tajug dan juga salahsatu turunan Tubagus Muhamad Atif mengatakan, siraman benda pusaka ini dilakukan setiap tahun, dan pada setiap bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni pada hari ke 13 dan 14, ucapnya.

Pada tahun 1721 meninggalnya Tubagus Atif bergantilah namanya Haul sambil mencuci benda pusaka, jelas TB Sos Redra seraya menambahkan bahwa pada zaman Belanda dulu itu kita melakukan penyiraman dan pencucian benda pusaka itu secara sembunyi-sembunyi karena kalau diketahui oleh bangsa belanda maka barang-barang dan benda pusaka itu dirampasnya.

Nah,..ketika masuk kemerdekaan RI, itu juga kita masih sembunyi-sembunyi, karena sebagian keluarga dengan acara siraman benda pusaka itu ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju, katanya.

Ketika turun Undang-undang Nomor: 5 tahun 1992 tentang pelaksanaan konferensi cagar budaya maka kami melaksanakan beginian secara terang-terangan apalagi kemarin ada lagi tambahan Undang-undang Nomor: 11 tahun 2010 tentang situs dan cagar budaya, akhirnya kita langsung terang-terangan juga dengan Pemkot Tangsel, untuk melestarikan cagar budaya di Keramat Tajug ini, ucap TB Sos Rendra.

Masih dikatakannya, bahwa setiap 1 Muharram selalu melakukan kegiatan pawai obor keliling dengan suara kumangdan adzan artinya untuk mengusir hal-hal yang tidak baik bagi manusia, atau disebut (bala), jelasnya.

Berbicara Keramat Tajug tambahnya, makam Tubagus Atif Bin Sultan Ageng Tirtayasa Raja Banten secara nasional masyarakat luas sudah tahu, nah…pada tahun 1667 Tubagus Atif ini ditugaskan oleh Raden Sultan Ageng untuk menyebarkan agama Islam disini (Cilenggang) dan juga mengusir penjajah, dan pada tahun 1721 meninggal.

Kalau di Cilenggang ini banyak keturunan dari Tubagus Atif, kalau sudah memasuki bulan Maulid itu sudah pada nanyain, hayo kita akan mengadakan Haul rata-rata sudah pada ngerti, tutup TB Sos Rendra.

( Rus )