Komitmen Turunkan Kasus Tuberkulosis, Pemkot Tangerang Hadirkan Skrining Akbar | BantenOne

Komitmen Turunkan Kasus Tuberkulosis, Pemkot Tangerang Hadirkan Skrining Akbar

Banten One | Kota Tangerang,- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berkomitmen menuntaskan kasus tuberkulosis (TBC). Dihadiri secara langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin, Pemkot Tangerang menyelenggarakan skrining akbar dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2024 di Kota Tangerang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Mugiya Wardhany menuturkan, peringatan HTBS 2024 diramaikan dengan berbagai kegiatan preventif, edukatif, serta promotif yang menyasar masyarakat sekitar.

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan, meliputi skrining besar-besaran sampai talkshow seputar “Terapi Pencegahan Tuberkulosis” bersama dr. Hesty Setiastuti (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) dan Wawa, salah satu penyintas yang bersih sembuh dari penyakit tuberkulosis mewakili Jaringan Indonesia Positif (JIP).

“Kegiatan peringatan dihadirkan secara khusus untuk menurunkan angka kasus TBC di Kota Tangerang yang masih tergolong cukup tinggi dengan estimasi mencapai lebih dari 10 ribu kasus. Tidak hanya hari ini, skrining juga akan terus dilakukan sampai akhir tahun nanti,” ujar Mugiya, Rabu (22/5/24).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga memanfaatkan momentum peringatan HTBS 2024 dengan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal, mulai dari pemberian skrining TBC berbasis dahak dengan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), skrining berbasis X-Ray, sampai skrining TB laten menggunakan Tuberkulin Skin Test (TST) untuk meningkatkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) secara gratis.

“Sederet kegiatan ini juga diharapkan mampu berjalan dengan sangat efektif dan konsisten. Secara khusus, kami juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama-sama menurunkan angka kasus TBC di Kota Tangerang,” lanjutnya.

Selain itu, peringatan HTBS 2024 dinilai mempunyai manfaat yang sangat besar dalam mencegah pertumbuhan kasus TBC di Kota Tangerang. Terlebih, Indonesia saat ini termasuk dalam negara dengan beban kasus TBC tertinggi kedua di dunia dengan estimasi jumlah kasus sebanyak 1.060.000 di tahun 2023.

“Skrining gratis seperti ini tentunya sangant bermanfaat sekali, semoga skrining besar-besaran seperti ini dapat menurunkan angka kasus TBC, khususnya di Kota Tangerang, yang juga masih tergolong tinggi,” tambah salah satu warga Kunciran Indah, Puja Andresia, selepas mengikuti skrining TBC yang disediakan.

Haryo