BantenOne.com,. – KOTA TANGERANG,. – RSUD Kota Tangerang menyediakan layanan program hamil bagi pasangan yang ingin memiliki buah hati. Pelayanan tersebut didukung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter subspesialis Fertilitas dan Endokrin Reproduksi untuk menangani kasus yang lebih kompleks.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Kota Tangerang, dr. Ivan M. Sondakh, Sp.OG, mengatakan seluruh dokter obgyn di RSUD Kota Tangerang dapat memberikan pelayanan dasar program kehamilan, mulai dari pemeriksaan awal hingga penanganan berbagai permasalahan yang memengaruhi kesuburan.
“Semua dokter obgyn di sini dapat membantu program hamil. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter subspesialis fertilitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RSUD Kota Tangerang kini memiliki layanan yang didukung dokter subspesialis Fertilitas dan Endokrin Reproduksi serta fasilitas penunjang seperti histerosalpingografi (HSG/OSG), histeroskopi, dan laparoskopi yang sering digunakan dalam penanganan gangguan kesuburan.
Menurut dr. Ivan, setiap pasangan yang sedang merencanakan kehamilan maupun mengalami kesulitan memperoleh keturunan dapat memanfaatkan layanan tersebut melalui konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Selain program hamil, ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak awal kehamilan. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memantau perkembangan janin sekaligus mendeteksi kemungkinan komplikasi pada ibu.
“Jangan menganggap semua kehamilan pasti berjalan normal. Kehamilan pertama bisa lancar, tetapi kehamilan berikutnya belum tentu tanpa risiko,” katanya.
Ia menambahkan, faktor usia di atas 35 tahun maupun riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya dapat meningkatkan risiko sehingga memerlukan pemantauan lebih intensif.
Begitu mengetahui dirinya hamil, ibu disarankan segera melakukan pemeriksaan. Pada trimester pertama dan kedua, kontrol dilakukan sekitar satu kali setiap bulan. Memasuki trimester ketiga menjadi dua minggu sekali, sedangkan menjelang persalinan dilakukan setiap minggu sesuai kondisi pasien.
Dr. Ivan juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah, termasuk puskesmas, untuk pemeriksaan kehamilan karena layanan tersebut mudah diakses dan menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu serta bayi.
“Usia di atas 35 tahun bukan berarti tidak boleh hamil. Yang terpenting adalah mengetahui risikonya dan menjalani pemeriksaan secara rutin agar setiap potensi komplikasi dapat ditangani sejak dini,” pungkasnya. (ADV)




