title% | BantenOne.com

‎Klarifikasi Korlas SMPN 17 Kota Tangerang Terkait Sumbangan Perpisahan Rp230 Ribu per Siswa ‎

Banten One | ‎KOTA TANGERANG – Adanya sorotan terkait sumbangan kegiatan perpisahan siswa kelas IX di SMPN 17 Kota Tangerang sebesar Rp230 ribu per siswa mendapat klarifikasi dari Koordinator Kelas (Korlas) yang mewakili para orang tua murid.‎

‎Herlina, ketua korlas menjelaskan bahwa pengumpulan dana tersebut memang dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa. Namun, menurutnya, keputusan tersebut lahir dari hasil musyawarah dan kesepakatan bersama seluruh wali murid, bukan kebijakan sekolah.

‎”Ya benar kami meminta sumbangan kepada orang tua murid untuk acara perpisahan. Namun hal tersebut sebelumnya sudah kami musyawarahkan kepada seluruh orang tua murid dan kegunaan uang tersebut juga sudah kami jabarkan secara terbuka,” ungkap Herlina kepada awak media, selasa 02 juni 2026

Baca juga  Forum Potensi Tangerang Selatan Gelar Latgab Water & Vertical Rescue Se-Jabodetabek

‎Ia menegaskan bahwa seluruh pemasukan dan pengeluaran dana kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara rinci kepada para wali murid. Bahkan, menurutnya, kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif orang tua murid dan tidak melibatkan pihak sekolah dalam pengelolaan dana.

‎”Ini hasil musyawarah bersama oleh orang tua murid, jadi tidak ada kaitannya  dengan pihak sekolah. Murni keinginan orang tua agar anak-anak mempunyai kenangan terakhir di sekolah ini. Acara perpisahan juga diisi oleh para siswa sendiri dengan menampilkan kesenian dan keterampilan mereka. Jika diperlukan, rincian penggunaan dana siap kami jelaskan,” terangnya.

Baca juga  Dindikbud Tangsel Adakan Giat Pembagian Buku Rekening Untuk Anak Yatim Piatu Dan Anak Yang Kurang Mampu Sebanyak 1000 Orang

‎Menurutnya, konsep kegiatan sengaja dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak menganjurkan kegiatan perpisahan di luar kota yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan maupun beban biaya yang lebih besar.

‎Sementara itu, Virginia Susan mewakili seluruh walimurid menyatakan mendukung pelaksanaan kegiatan perpisahan tersebut.

‎”Ya kami setuju dengan perpisahan yang diadakan di sekolah daripada di luar kota. Selain memang ada larangan dari pemerintah, kegiatan di sekolah lebih aman karena dapat didampingi langsung oleh orang tua. Kami juga bisa melihat anak-anak menunjukkan kreativitas mereka melalui pentas seni,” ujarnya.

Baca juga  Dindik Kota Tangerang Melalui Berbagai Program Terus Upaya Kesejahteraan Peningkatan Kompetensi Guru 

‎Ia menambahkan bahwa nominal sumbangan yang disepakati tidak menjadi persoalan bagi sebagian besar wali murid karena penggunaannya telah dijelaskan sejak awal.‎

‎”Kami tidak keberatan dengan anggaran sebesar itu karena memang dari kita untuk kita. Semua sudah disepakati bersama tanpa adanya unsur pemaksaan dari Korlas maupun pihak lain,” katanya.‎

‎Dengan adanya klarifikasi tersebut, para wali murid berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat dipahami secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa di SMPN 17 Kota Tangerang.

Syam