BantenOne.com |Tangerang Selatan – Kepengurusan Lansia Aktif Peduli Indonesia (LANTIP Indonesia) Kota Tangerang Selatan periode 2026–2028 resmi dikukuhkan dan dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang Selatan, Jumat (26/6/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Dermawati D. Santoso dipercaya sebagai Ketua LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan, didampingi Moch. Muminto Arif sebagai Sekretaris. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat lanjut usia (lansia) agar tetap aktif, mandiri, sehat, dan produktif.
LANTIP Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan nirlaba yang mewadahi masyarakat berusia 60 tahun ke atas. Organisasi ini berkomitmen meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai program di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Prosesi pelantikan dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie selaku Dewan Pelindung LANTIP Indonesia Kota Tangsel, Ketua Umum sekaligus Dewan Penasihat Pusat Drs. H. Taufiqurrahman Ruki, Ketua Umum Harian Pusat L. Ito Sumardi, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Heli Slamet, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bachtiar Priyambodo, Lurah Pamulang Timur H. Ade Heri Sutiawan, Penyuluh Pokdakan Amanah07 H. Umar Hamzah, Dewan Pengawas Daerah Eddy Kusuma Wijaya dan Akhmad Dadi Farid, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia.

“Saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya pengurus LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan periode 2026–2028. Semoga organisasi ini menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap produktif, aktif dalam kegiatan sosial, serta mampu meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, dari sekitar 1,4 juta penduduk Kota Tangerang Selatan, sekitar 13 hingga 14 persen merupakan kelompok usia lanjut. Karena itu, keberadaan organisasi yang fokus pada pemberdayaan lansia dinilai sangat penting sebagai bagian dari pembangunan daerah.
“Kami berharap para lansia di Kota Tangerang Selatan dapat terus sehat, panjang umur, produktif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Harian Pusat LANTIP Indonesia, L. Ito Sumardi, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan lansia.
Ito juga mengungkapkan bahwa LANTIP Indonesia digagas oleh Drs. H. Taufiqurrahman Ruki bersama keluarga yang selama lima tahun mengembangkan organisasi tersebut agar mampu menjadi wadah bagi para lansia memperoleh perhatian, pembinaan, dan kesempatan untuk tetap berkarya.
“Semoga LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan mampu menghadirkan berbagai inovasi sosial dan menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat lanjut usia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum LANTIP Indonesia Drs. H. Taufiqurrahman Ruki menjelaskan bahwa lahirnya organisasi tersebut berangkat dari semangat implementasi Undang-Undang tentang Lanjut Usia. Menurutnya, LANTIP Indonesia hadir sebagai wadah bagi lansia untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani, berbagi pengalaman, serta tetap berkontribusi bagi masyarakat.
Ia berharap kepengurusan di Kota Tangerang Selatan dapat menjadi contoh dalam membangun komunitas lansia yang aktif, mandiri, dan mampu berperan dalam pembangunan sosial.
Ketua LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan, Dermawati D. Santoso, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia mengaku bangga karena proses persiapan pelantikan mampu diselesaikan hanya dalam waktu satu pekan berkat kerja sama seluruh panitia, termasuk dukungan generasi muda.
Menurutnya, kepengurusan yang baru akan segera menyusun program kerja di setiap bidang, mulai dari kesehatan, pemberdayaan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan konsep permakultur sebagai sistem pertanian dan lingkungan berkelanjutan.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong pengembangan budidaya ikan lele melalui Pokdakan Amanah 07 di Kelurahan Pamulang Timur yang selama ini dikembangkan oleh Moch. Muminto Arif bersama penyuluh H. Umar Hamzah sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin LANTIP Indonesia hadir hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW bahkan keluarga. Harapan kami, para lansia di Kota Tangerang Selatan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan tetap memiliki ruang untuk berkarya,” ujar Dermawati.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan susunan kepengurusan LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan periode 2026–2028. Selain Dermawati D. Santoso sebagai Ketua dan Moch. Muminto Arif sebagai Sekretaris, kepengurusan diperkuat oleh sejumlah bidang yang meliputi organisasi dan kerja sama antarlembaga, kesehatan dan kebugaran, sosial dan kesejahteraan, kesenian dan kebudayaan, pelestarian lingkungan hidup, serta pengembangan usaha dan UMKM.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, LANTIP Indonesia Kota Tangerang Selatan diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para lansia dalam menciptakan generasi lanjut usia yang sehat, aktif, produktif, serta tetap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
(RN)




