BantenOne.com | Kabupaten Bekasi — Menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, Ketua APDESI Kabupaten Bekasi Bahrudin SE mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Polri, TNI, serta pemerintah daerah dalam menciptakan suasana demokrasi desa yang aman, damai, dan kondusif.
Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi menjadi salah satu agenda penting bagi masyarakat desa dalam menentukan pemimpin di tingkat pemerintahan paling dekat dengan warga. Karena itu, seluruh tahapan demokrasi diharapkan dapat berjalan dengan mengutamakan persatuan, kedewasaan, serta semangat gotong royong.
Ketua APDESI Kabupaten Bekasi Ingatkan Warga Jaga Persatuan Saat Pilkades 2026
Bahrudin menyampaikan bahwa perbedaan pilihan politik dalam proses demokrasi merupakan hal yang biasa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penyebab munculnya konflik, perpecahan, maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, Pilkades bukan hanya tentang memilih pemimpin desa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan sosial antarwarga agar tetap harmonis setelah proses pemilihan selesai.
“Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat masyarakat terpecah. Mari kita tetap menjaga kerukunan dan menghormati setiap pilihan warga,” ujar Bahrudin SE.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan Pilkades Serentak 2026 yang berkualitas. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, calon kepala desa, hingga para pendukung masing-masing diharapkan dapat menjaga sikap dan memberikan contoh demokrasi yang sehat.

APDESI Kabupaten Bekasi juga mendorong masyarakat agar terus bersinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga kondisi lingkungan. Kerja sama antara warga dan aparat dinilai menjadi faktor utama untuk mencegah potensi gangguan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Bahrudin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Penyebaran berita bohong, provokasi, atau isu yang dapat memicu konflik harus dihindari demi menjaga stabilitas keamanan desa.
“Apabila ada potensi gangguan keamanan, provokasi, atau hal yang dapat menghambat jalannya Pilkades, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Pilkades Serentak 2026 tidak hanya diukur dari proses pemilihan yang berjalan lancar, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persaudaraan setelah pesta demokrasi desa selesai.
Pilkades 2026 Diharapkan Perkuat Demokrasi Desa
Pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi diharapkan menjadi contoh bagaimana demokrasi tingkat desa dapat berlangsung dengan aman dan bermartabat.
Kepala desa memiliki peran besar dalam pelayanan masyarakat, pembangunan desa, serta peningkatan kesejahteraan warga. Oleh sebab itu, proses pemilihan kepala desa perlu didukung dengan suasana yang positif dan bebas dari konflik.
APDESI Kabupaten Bekasi berharap seluruh pihak dapat menjadikan Pilkades Serentak 2026 sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat desa.
Dengan dukungan warga, sinergi bersama Polri, TNI, dan pemerintah daerah, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menghadirkan pesta demokrasi desa yang aman, sejuk, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
Bahrudin kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan menjelang pesta demokrasi desa.
“Mari kita jadikan Pilkades Serentak Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat demokrasi desa, mempererat persaudaraan, dan mewujudkan Kabupaten Bekasi yang lebih maju, aman, dan harmonis,” tutupnya. (B1)




