title% | BantenOne.com

Bayi di Cipayung, Diduga Sesak Nafas Akibat Asap Pembakaran Sampah, Lurah dan Rombongan Cek Lokasi Serta Kunjungi Rumah Korban

BantenOne.com | Tangsel – Seorang bayi berusia dua bulan di Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami sesak napas diduga akibat terdampak asap pembakaran sampah oleh oknum warga. Sehingga Bayi tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.

Terkait masalah ini, Lurah Cipayung beserta rombongan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, Serta Danramil 05 Ciputat Mayor Inf, Tarsan, hadir pula RT, RW serta Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Tangsel mengecek lokasi pembakaran sampah dan mengunjungi rumah orang tua bayi yang terdampak. Mereka menyampaikan informasi terkait sumber masalah yang sedang ramai diberitakan.

Baca juga  Panunggangan Utara RW 03, Kedatangan Tim Verifikator Program Proklim Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025

Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, mengatakan bahwa ini kejadian luar biasa dan baru kali ini terjadi. Ia berupaya untuk tidak membiarkan kejadian serupa terulang kembali dan berharap masyarakat untuk tidak membakar sampah dan saling menjaga lingkungan.

Dini menyebutkan bahwa jarak antara lokasi pembakaran sampah ke rumah bayi yang terdampak sekitar 200 meter. Pihaknya bersama DLH Tangsel sudah melakukan edukasi dan himbauan kepada masyarakat sebanyak tiga kali untuk tidak melakukan pembakaran sampah.

Baca juga  Praktek Gratifikasi Yang Terjadi Di Kantor Dinas Perkim Kota Tangerang, Diungkap Kembali

Menurut Dini, pembakaran sampah yang terjadi bukan berasal dari sampah rumah tangga, melainkan lebih kepada kepentingan pribadi. Pihak RT dan RW telah memberikan solusi untuk mengangkut sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir.

Dinas Lingkungan Hidup, Bambang, mengatakan bahwa mereka akan mensosialisasikan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memasang spanduk sosialisasi Perwal tentang Sampah.

Baca juga  Dinkes Kota Tangerang, Belum Ditemukan Kasus Superflu di Kota Tangerang

Yusroh, nenek korban, menjelaskan bahwa korban sudah membaik. Ia berharap kejadian ini yang terakhir dan menjadi pelajaran untuk kita semua. Semoga warga dapat menjaga lingkungan agar kita dapat menghirup udara segar setiap hari. (RN)