Banten One | KOTA TANGERANG – Kondisi Kali Lembang di Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, kembali menjadi sorotan warga. Aliran air yang nyaris tidak bergerak mengakibatkan tumpukan sampah mengendap di sejumlah titik. Kondisi tersebut bukan hanya menciptakan lingkungan yang kumuh dan berbau, tetapi juga dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah (DBD).
Tokoh kepemudaan, Harisandi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang maksimal. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa karena menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.
”Kondisinya sudah cukup lama seperti ini. Airnya tidak mengalir sehingga sampah terus menumpuk. Nyamuk juga semakin banyak, terutama saat sore dan malam hari. Kami khawatir kesehatan warga terganggu,” kata Harisandi kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
Ia menegaskan pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk mencari penyebab tersumbatnya aliran Kali Lembang. Selain itu, pembersihan sampah dan normalisasi saluran dinilai harus menjadi langkah prioritas agar kondisi tidak semakin parah.
”Kami berharap dinas terkait segera turun ke lokasi. Jangan menunggu sampai terjadi banjir atau muncul wabah penyakit. Kali ini harus segera dibersihkan dan aliran airnya dikembalikan agar berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Harisandi juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun pemerintah juga harus hadir memberikan solusi melalui penanganan yang cepat dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, sesepuh masyarakat, Sukendi, meminta Pemerintah Kota Tangerang melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret. Ia berharap dilakukan pengangkatan sampah, normalisasi Kali Lembang, serta pemeliharaan secara berkala agar persoalan serupa tidak terus berulang.
”Kami hanya ingin kali ini kembali mengalir sebagaimana mestinya. Lingkungan yang bersih adalah hak masyarakat. Jangan sampai warga terus hidup berdampingan dengan sampah, bau tidak sedap, dan ancaman penyakit,” ujar Sukendi.
Warga berharap keluhan yang telah berulang kali disampaikan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tangerang. Mereka meminta dinas terkait segera melakukan penanganan sebelum kondisi semakin memburuk dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.




