title% | BantenOne.com

Targetkan 30 Balita Prioritas, DKP Kota Tangerang Salurkan Paket Pangan B2SA di Kelurahan Jurumudi

Banten One | Kota Tangerang,- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus mengintensifkan program intervensi gizi untuk menekan angka stunting.

Terkini, DKP menyalurkan bantuan paket Bahan Pangan Segar B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) kepada 30 balita di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Pembinaan Kewaspadaan Pangan dan Gizi yang bertujuan memastikan ketersediaan pangan bergizi tepat sasaran bagi kelompok rentan.

Baca juga  DP3AP2KB Kota Tangerang Gelar kegiatan Penyuluhan Keluarga Berkualitas bagi Calon Pengantin

Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi Dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang Lisnah mengungkapkan, pemilihan Kelurahan Jurumudi di Kecamatan Benda ini didasarkan pada data hasil monitoring kewaspadaan pangan wilayah setempat.

“Kami hadir langsung di Kelurahan Jurumudi untuk memberikan stimulan gizi. Fokus kami adalah balita yang secara indikator berat badannya masih di bawah standar,” jelasnya.

Baca juga  Pemkot Tangerang Kembali Sabet UHC Award, Cakupan UHC Tembus 100,71 Persen

Ia memaparkan, paket pangan segar tersebut sengaja dikombinasikan antara karbohidrat kompleks, protein hewani dan sayuran guna memastikan balita sasaran mendapatkan asupan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Lisnah juga menekankan pentingnya edukasi bagi para ibu di Kecamatan Benda agar kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal.

“Penyaluran ini bukan hanya tentang memberikan bahan makanan, tapi juga mengedukasi masyarakat bahwa pemenuhan gizi yang baik harus memenuhi unsur Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kami berharap para kader di Kelurahan Jurumudi juga aktif mendampingi para orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Baca juga  Deteksi Dini TBC, Puskesmas Cipadu bersama Kecamatan Larangan Kota Tangerang Gelar Pemeriksaan ACF Gratis

Melalui sinergi antara DKP, Kecamatan Benda dan Kelurahan Jurumudi, diharapkan 30 balita sasaran ini dapat menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan dalam evaluasi berikutnya.

 

Haryo