Diduga Akibat Utang Piutang Seorang Remaja Dianiaya, Keluarga Butuh Keadilan | BantenOne.com

Diduga Akibat Utang Piutang Seorang Remaja Dianiaya, Keluarga Butuh Keadilan

Oplus_131072

BantenOne.com |Jakarta – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, menyita perhatian publik. Peristiwa ini diduga bermula dari persoalan utang piutang yang berujung pada aksi kekerasan fisik serta intimidasi terhadap korban dan keluarganya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial RH dijemput dari kediamannya di Jalan Budi Mulia, Pademangan Barat, oleh pelaku berinisial BT bersama seorang teman yang diduga memiliki keterkaitan. Korban kemudian diajak menuju sebuah lokasi yang disebut-sebut kerap dijadikan tempat tongkrongan.

Baca juga  Gencarkan Patroli 109 Remaja Diamankan Di Polsektro Tanah Abang Saat Konvoi Berdalih Bagi Takjil.

Setibanya di lokasi tersebut, RH diduga langsung mengalami tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh sejumlah orang. Insiden itu disebut terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya kesempatan bagi korban untuk membela diri.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Namun, pihak keluarga menyebut laporan tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Korban justru diarahkan untuk menyelesaikan perkara melalui jalur damai.

Selanjutnya, korban dibawa ke rumah keluarga yang diduga terkait dengan pelaku untuk menjalani mediasi. Dalam proses tersebut, korban mendapatkan pengobatan di sebuah klinik dengan biaya sekitar Rp100 ribu. Meski demikian, keluarga korban menilai proses perdamaian berlangsung di bawah tekanan dari pihak terduga pelaku.

Baca juga  Pawai Melintas Jalan Komplek Berujung LP Diduga Tidak Mempunyai Izin Warga

“Kami merasa tidak punya pilihan. Anak kami sudah dipukuli, tapi malah diarahkan untuk damai,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Keluarga korban yang diketahui berprofesi sebagai pedagang sayur itu juga mengaku mengalami ketakutan akibat dugaan intimidasi yang terus berlanjut. Mereka menyebut adanya ancaman dari pihak terduga pelaku yang membuat situasi semakin tidak kondusif dan menimbulkan rasa tidak aman.

Baca juga  Sat Samapta Polres Cirebon Kota Razia PSK Di Hotel

Atas kondisi tersebut, keluarga korban berharap adanya keadilan serta perlindungan hukum yang jelas. Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk premanisme yang dinilai masih meresahkan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

(RN/Dev)