BantenOne.com |TANGERANG SELATAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPTD SDN Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, resmi dimulai pada Senin (13/7/2026). Sebanyak 128 siswa baru yang terbagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel) mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat (17/7/2026).
Tak hanya itu, para peserta didik baru juga dijadwalkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pada Sabtu (18/7/2026). Ekskul tersebut meliputi, Drumband, Menari, Marawis, Pencak Silat, Futsal, Pramuka. Selain sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan aktivitas sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi ajang unjuk prestasi, serta hiburan untuk siswa baru.
Kepala UPTD SDN Kedaung, Sri Sutarmi, mengatakan antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN Kedaung tahun ini sangat tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 160 orang atau melampaui kuota yang telah ditetapkan sekolah. Selasa 14/7/2026.
“Untuk siswa baru, kami memang menerima pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Ada sekitar 160 calon siswa yang mendaftar, namun sesuai komitmen, sekolah hanya menerima 128 siswa yang terbagi menjadi empat rombel. Sementara sisanya kami arahkan ke sekolah lain,” ujar Sri Sutarmi saat ditemui di ruang kerjanya.
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, pihak sekolah memperkenalkan berbagai program unggulan, mulai dari penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pagi Ceria, sopan santun dalam bermedia sosial, hingga budaya lima S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
Selain mengenalkan para guru serta sarana dan prasarana sekolah, para siswa juga diperkenalkan dengan program “Berhati” yang merupakan singkatan dari berkarakter, hijau, sehat, dan inovatif. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan merawat serta menanam tanaman di lingkungan sekolah.
“Kami juga mengajarkan anak-anak untuk memilah sampah demi menciptakan lingkungan yang bersih karena sekolah memiliki bank sampah. Selain itu, mereka mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana, seperti kebakaran dan gempa bumi,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada pendidikan karakter dan lingkungan, sekolah juga mendorong para siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan inovatif agar mampu berkarya sejak dini.
Terkait program seragam sekolah gratis yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Sri Sutarmi mengaku pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Untuk seragam sekolah gratis yang telah disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, kami belum menerima informasi lebih lanjut dari dinas, sehingga belum dapat menyampaikannya kepada orang tua murid,” katanya.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kedaung masih terus berjalan. Namun, distribusi makanan sempat tertunda karena adanya perbaikan pada dapur penyedia.
“Kami mendapat informasi bahwa kemungkinan program MBG akan kembali diterima oleh siswa mulai Senin depan,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Sri Sutarmi berharap rangkaian MPLS dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi para peserta didik sehingga mereka merasa nyaman, mandiri, dan tidak takut untuk bersekolah.
“Harapannya, MPLS ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi siswa yang mandiri dan bersemangat dalam menjalani proses belajar di sekolah,” pungkasnya.
(RN)




