Jika Gagal Pemberangkatan Calhaj Tangsel, Pengembaliannya Tanpa Ada Potongan | BantenOne.com

Jika Gagal Pemberangkatan Calhaj Tangsel, Pengembaliannya Tanpa Ada Potongan

BantenOne.com,TangselRatusan calon haji (Calhaj) asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, gagal diberangkatkan ke tanah suci Mekkah di musim haji tahun 2022 ini.

Kasi PHU (Penyelengaraan Haji dan Umroh),di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Haji M.Bahtera yudha mengatakan, ada 200 orang calon haji asal Tangsel yang tidak bisa diberangkatkan ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji di tahun 2022 ini. Penyebabnya bukan karena masalah biaya, sakit ataupun meninggal dunia.Jumat(13/5/2022).

Baca juga  Pengamanan Nataru, Polres Tangsel Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Jaya-2023

Bahtera menambahkan,
Pembatalan dana Haji yang ditarik dikarenakan ada suatu hal seperti alasan meninggal ,kebutuhan ekonomi yang mendesak namun hubunganya hanya antara debetur dengan Bank yang ditujukan, kalau dari pihak kemenag hanya memberikan rekomendasi menarik dananya kembali Sebesar 25 juta tanpa potongan ,ujarnya.

Aturan baru tersebut yakni mengenai syarat batas usia jemaah haji maksimal 65 tahun. Bagi calon haji yang usianya di atas 65 tahun tidak bisa berangkat haji, itu domainnya sudah bukan pemerintah Indonesia.

Baca juga  Kapolsek Legok Hadiri Coffee Morning dan Rapat Koordinasi Pilkada 2024 di Kecamatan Legok

“Artinya memang yang memutuskan usia di atas 65 tahun untuk tidak dilibatkan haji itu menjadi kewenangan dari pemerintah Arab Saudi.

Selanjutnya pemerintah Indonesia harus mengikuti ketentuan atau persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Maka untuk saudara-saudara calon jamaah haji yang usianya lebih dari 65 tahun dimohon sekali lagi pengertian dan kesabarannya.

Baca juga  Sudah Tak Bernyawa Lagi, Sedang Bermain Hujan Anak Usia Lima Tahun Terperosok Saluran Air

Ia mengungkapkan, aturan dari pemerintah Arab Saudi dibuat demi menjaga keselamatan seluruh jamaah haji Indonesia dan dunia. Sebab semua menyadari pandemi Covid-19 ini belum sepenuhnya berakhir, tapi bersyukur sudah ada.

“Rusdan”