Luar Biasa Hanya Modal Rp.300 Ribu Jual Ikan Guppy, Mahasiswa UMJ Ciputat, Rizki Dimas Shaputra, Raup Keuntungan Capai Jutaan Rupiah  | BantenOne.com
Ragam  

Luar Biasa Hanya Modal Rp.300 Ribu Jual Ikan Guppy, Mahasiswa UMJ Ciputat, Rizki Dimas Shaputra, Raup Keuntungan Capai Jutaan Rupiah 

BantenOne.com |- Pamulang – Seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Rizki Dimas Shaputra sukses jadi pengusaha ikan guppy. Usaha yang dimulai dari sebuah hobi ditekuni sejak 2019 lalu kini membuahkan hasil luar biasa dengan omset jutaan rupiah.

Siapa yang tidak suka dengan hobi yang satu ini, memelihara ikan hias sekaligus jadi peternak dan mampu menghasilkan uang jutaan rupiah.

Disambangi dikediaman nya di Jl. Surya kencana, GG. Ketapang 2, no 47, RT 01/05, Pamulang barat, (di maps semesta & Djuraganguppy) Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rizki panggilan akrabnya, anak dari pasangan H. Muhtadin dan Hj. Betty Sandrazwaty mengatakan kepada Mataradar.id, bahwa usaha yang berawal dari hobi tersebut kini mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah, bahkan saat ini sudah memiliki beberapa partner bisnis.

“Awalnya sih cuma hobi dari mulai pelihara ikan cupang beberapa saja, tapi lama-kelamaan saya berpikir kenapa tidak dikembangkan, yah daripada nongkrong-nongkrong kurang bermanfaat. Kemudian saya ajak beberapa teman yang mempunyai hobi sama untuk jadi partner bisnis,” katanya, Senin (5/5).

Baca juga  RAPI wilayah 3006 Tangerang daerah 30 BANTEN Adakan Musyawarah ke 2

“Tapi seiring berjalannya waktu seperti usaha lainnya jual ikan juga ada trendnya, dulu cupang sangat di gemari dan saya termasuk sukses dalam penjualan. Kalau sekarang saya lebih fokus untuk ternak dan penjualan ikan guppy (breeder & seller) karena selain masih jadi salah satu ikan hias yang paling diburu para penghobi saat ini, ikan ini juga memiliki warna-warna yang cantik dan bentuk sirip yang indah setelah dibiakkan. Sehingga memiliki nilai jual yang cukup lumayan tinggi,” ungkap Rizki.

Kalau untuk harga bervariasi perekor saya jual mulai dari Rp.20 ribu sampai harga Rp.350 ribu untuk satu pasangnya, karena masing-masing ikan punya kelebihan dan kekurangan misalnya seperti warna yang cerah digolongkan ke grade A, warna yang kurang cerah masuk kategori grade B.

Baca juga  Gelar Rapat Perdana Koperasi KWKM Milik PWI Hadirkan Terobosan Baru

Dengan terus melakukan inovasi Rizki menyebut dirinya belum terlalu lama menekuni ikan guppy, namun sudah memiliki banyak pelanggan. Karena melakukan penjualan secara online, ada saja yang sengaja datang langsung kerumahnya sekedar memastikan produk pesanan mereka benar adanya.

“Untuk modal awal gak terlalu besar sih, cuma Rp.300 ribu, dan itu juga baru beberapa bulan dari 2024 kemarin. Dan Alhamdulillah pendapatan perhari bisa capai satu juta setengah, itu dari penghasilan pribadi belum lagi dari para reseller/partner bisnis. Meskipun saat ini ada sekitar 20 jenis guppy yang saya pasarkan melalui media sosial seperti, Shopee, Tokopedia, Instagram, Facebook dan live di Aplikasi TikTok, tapi itu sudah mencukupi kebutuhan pelanggan. Bukan itu saja, saya juga jadi penyuplai dibeberapa teman/ partner bisnis dengan memberikan keuntungan yang lumayan,” jelasnya.

Rizki juga menerangkan, peminatnya bukan hanya diwilayah sekitar saja akan tetapi mulai merangsang ke luar daerah seperti pulau jawa hingga luar negeri, bahkan dalam waktu dekat dia akan melakukan penjualan secara ekspor ke luar negeri, seperti Malaysia dan canada.

Baca juga  AWDI Bersinergi Bersama Media Infopublik, Dalam Rangka HUT Ke - 14 Tahun

“Karena penjualan melalui online, saya sempatkan waktu untuk jualan live di tiktok jadi jangkauan pembeli lebih luas. Ada beberapa penawaran kerjasama dari beberapa daerah termasuk Yogyakarta, dan ada yang meminta untuk disuplai di luar negeri, tapi itu masih dalam perencanaan,” terangnya.

Oleh karena itu, dia berharap kedepannya bisa lebih berkembang, lebih sukses lagi usahanya. Dan apa yang dilakukannya bisa menjadi contoh bagi anak-anak muda generasi seumuran nya.”Dengan keinginan yang kuat serta kemampuan apapun keahliannya sebaiknya dikembangkan. Sehingga potensi atau hobi yang kita miliki bisa menghasilkan uang, bahkan mampu memberikan peluang usaha bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (RN)