Angka Stunting di Bawah Nasional, Kota Tangerang Dapat Apresiasi Langsung dari Mendukbangga | BantenOne.com

Angka Stunting di Bawah Nasional, Kota Tangerang Dapat Apresiasi Langsung dari Mendukbangga

BantenOne.com | Kota Tangerang,- Kota Tangerang menunjukkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan masyarakat. Angka prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat 11,2% jauh di bawah rata-rata nasional di 19,8%. Dan hal ini, mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga/BKKBN) Republik Indonesia Wihaji.

Wihaji, di Kick Off Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Pinang menyampaikan, pencapaian ini merupakan bukti nyata dari efektivitas program percepatan penurunan stunting yang dijalankan Pemkot Tangerang secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Kota Tangerang patut menjadi contoh bagi daerah lain. Angka stunting yang rendah menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan sudah berjalan baik, mulai dari hulu hingga ke tingkat masyarakat,” ungkap Wihaji.

“Kota Tangerang menjadi teladan. Dari 10 anak, hanya satu yang stunting. Ini hasil kerja keras Pak Wali Kota Tangerang dan seluruh tim. Luar biasa,” pujinya.

Baca juga  Benyamin Bersama Warga Tangsel Tolak Penutupan Akses Jalan Serpong-Parung oleh BRIN

Berdasarkan data terakhir, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tiga tahun terakhir, pada 2022, Kota Tangerang 11,8%, Provinsi Banten 20% dan nasional 21,6%. Sempat kembali naik di 2023, Kota Tangerang 17,6%, Provinsi Banten 24% dan nasional 21,5%. Kembali turun maksimal di 2024, Kota Tangerang 11,2%, Provinsi Banten 21,1% dan nasional 19,8%.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, menyampaikan komitmen kuat Pemkot Tangerang untuk terus menekan angka stunting sejalan dengan program pemerintah pusat, dengan target akhir mencapai zero stunting.

“Alhamdulillah, berdasarkan survei angka prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat sebesar 11,2%, jauh di bawah angka Provinsi Banten sebesar 21,1% dan nasional sebesar 19,8%. Bahkan, Kota Tangerang telah melampaui target nasional sebesar 14%,” jelas Sachrudin.

Baca juga  Resmi Beroperasi di Pasar Ciputat Tangsel, Pos Kesehatan Merah Putih Permudah Warga Berobat Gratis

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting di Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup pembenahan lingkungan tempat tinggal.

“Kami juga mendorong terciptanya rumah yang sehat, salah satunya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah, dengan target 1.000 unit rumah diperbaiki pada tahun 2025,” tambahnya.

“Karena bukan hanya asupan gizi yang penting dari ibu hamil hingga anak lahir, tetapi juga rumah yang bersih, sehat, dan memiliki sanitasi memadai turut berperan penting dalam mencegah stunting,” tegas Sachrudin.

Baca juga  Mahasiswa BEM UMJ Protes Krisis Sampah, Dua Truk Limbah Dibuang di Kantor Pemkot Tangsel

Capaian ini didukung oleh berbagai program strategis seperti edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara intensif.

“Kami terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting serendah mungkin, karena ini menyangkut masa depan generasi kita. Dukungan dari pemerintah pusat tentu menjadi penyemangat bagi kami,” tutur Kepala DP3AP2KB Tihar Sopian di lokasi sama.

Lanjutnya, atas apresiasi ini, Pemkot Tangerang pun akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempertahankan konsistensi dalam pelaksanaan program penanganan stunting.

“Salah satunya program Genting dari nasional ini, walau kita sendiri sudah melakoni program serupa di tingkat Kota Tangerang melalui OPD sejak beberapa tahun lalu. Semua program akan terus diperkuat untuk menuntaskan kasus stunting,” tutup Tihar.

Haryo