BantenOne.com – Tangsel – UPTD SDN Pamulang Permai, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar kegiatan edukasi pemanfaatan limbah plastik dalam rangka mendukung program “Hartatik” (Hari Tanpa Sampah Plastik), Kamis (26/2/2025).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut melibatkan siswa kelas 3 hingga kelas 5, dengan pendampingan langsung dari para guru serta partisipasi aktif orang tua murid.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Para siswa diajak memahami dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan sekaligus mempraktikkan cara pemanfaatannya agar memiliki nilai guna.

Kepala UPTD SDN Pamulang Permai, Sutiyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memperingati “Hartatik” sebagai momentum membangun budaya hidup minim sampah plastik di lingkungan sekolah.
“Melalui peringatan Hari Tanpa Sampah Plastik ini, kami ingin menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak agar lebih bijak dalam menggunakan plastik. Edukasi ini bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sutiyah.
Menurutnya, edukasi lingkungan tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik nyata. Karena itu, sekolah merancang kegiatan berbasis proyek yang melibatkan siswa secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan barang bekas berbahan plastik menjadi pot tanaman, media budidaya lele sederhana, serta instalasi tanaman hidroponik. Botol dan wadah plastik bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diubah menjadi sarana produktif yang bernilai ekonomi dan edukatif.
Para guru membimbing siswa mulai dari proses pembersihan bahan bekas, perancangan media tanam, hingga penanaman bibit. Sementara itu, orang tua murid turut mendukung dengan menyediakan bahan bekas dari rumah serta mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Sutiyah berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami ingin apa yang dipelajari hari ini bisa diaplikasikan di lingkungan keluarga bahkan masyarakat. Jika anak-anak sudah terbiasa memilah dan memanfaatkan sampah, maka kesadaran itu akan tumbuh secara alami,” terangnya.
Sutiyah juga menambahkan, SDN Pamulang Permai sudah menerapkan pembiasaan seluruh siswa membawa tempat makan, dan minum menggunakan Tumbler guna mengurangi sampah jajan dilingkungan sekolah.
Melalui program “Hartatik”, UPTD SDN Pamulang Permai berupaya membangun karakter peduli lingkungan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya pengurangan sampah plastik yang kini menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di Kota Tangerang Selatan.
(RN)




