Pemerintah Kota Bandung Gandeng Blitar Jawa Timur Soal Pasokan Telur

  • Bagikan
banner 468x60

Pemerintah Kota Bandung Gandeng Blitar Jawa Timur Soal Pasokan Telur

Walikota bandung yana mulyana

BantenOne .Com ,BANDUNG – Seperti biasaanya menjelang bulan Ramadhan yang hanya beberapa pekal lagi, Pemerintah Kota Bandung menggiatakan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL). Kota Bandung yang sudah terkenal sebagai kota Kuliner dadakan yang dijajakan oleh warga masyarakat disaat bulan ramadhan mewarnai hiruk pikuk kota.

Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung jika memasuki bulan ramadhan dipadati oleh pedagang kaki lima musiman. Berbagai macam kuliner dijajakan, dari mulai kolek, dawet, buah buahan, srabi khas Bandung, Baso Tahu, lauk pauk siap saji, berbagai macam minuman es dan sejenisnya.

Pihak Pemerintah Daerah Kota Bandung baik menjelang bulan Ramadhan dan selama bulan Rama
dhan akan menggiatkan patroli Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini untuk mengantisipasi akan adanya kemacetan, selain itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban dan terutama kenyamanan bagi masyarakat untuk berbuka puasa.

Wakil Wali Kota Yana Mulyana pekan silam mengatakan, pihaknya akan mengagendakan patroli rutin menyelusuri sepanjang ruas jalan dan seluruh penjuru Kota Bandung “boleh saja para pedagang kaki lima menjajakan dagangannya, akan tetapi kami punya aturan. Sepanjang tidak melanggar aturan tidak dipermasalahkan. Namun, jika para pedagang menyalahi aturan, maka akan kami tegur keras dalan memerikan larangan berjualan” katanya.

Produksi ayam bertelur

Kegiatan patroli merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dibawah kepemimpinan Walikota Bandung Oded Muhammad Danial untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat. Patroli nantinya akan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan unsur terkait.

“saya sangat mengharapkan masukan dan kritikan dari masyarakat, dalam hal ketertiban, kenyamanan dan keamanan di wilayah Kota Bandung” ungkap Mulyana baru baru ini di Balaikota Bandung.

Ditempat terpisah.

Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah kepada wartawan. Pemerintah Kota Bandung mengemankan ketersediaan pangan di bulan Ramadhan. Terutama kebutuhan telur, daging ayam, daging sapi dan kebutuhan lainnya. Seperti yang d
kita katahui setiap menjelang bulan puasa dan selama bulan puasa dan sampai lebaran komoditas tersebut meningkat.

Elly Wasliah optimis bahwa kebutuhan pangan pada bulan Ramadhan sampai lebaran di Kota Bandung dapat tercukupi. Kokoditas peningkatan yang dinilai sangat tajam bagi masyarakat yaitu kebutuhan telur. Untuk wilayah Kota Bandung di hari – hari biasa dalam kondisi normal mencapai 120 ton telur perhari dengan grafik 70 persen dipasok dari Blitar Jawa Timur dan 30 persennya dari wilayah Priangan Timur.

“mudah mudahan pasokan dari Jawa Timur tidak menemui masalah, akan tetapi jika terjadi masalah dalam produksi ayam bertelor karena faktor cuaca dan lain-nya, bisa dibayangkan Bandung akan kekurangan pasokan telor” ucap Elly.

Terkait hal itu kata Elly, pihaknya melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflansi Daerah Kota Bandung. Hal ini pihaknya telah datang ke Blitar Jawa Timur untuk melaksanakan MoU dengan Pemerintah setempat. Untuk mengantisipasi kelangkaan telor, Pemkot Bandung minta tambahan pasokan terutama menjelang Ramadhan dan lebaran.

“kami minta tambahan pasokan telor antara 250 ton telur menjelang Ramadhan tahun 2019. Begitu juga permaslahan daging sapi sa’at ini masih normal sebanyak 80 ekor sapi setiap harinya. Akan tetapi sa’at menjelang hari raya pasti ada tambahan pasokan” ujarnya.

Pantauan Bantenone.com dibeberapa pasar di wilayah Bandung Jawa Barat, harga kebutuhan seperti telor sejak sepekan yang lalu sudah mulai naik. Meskipun harga masih berpariasi di pasaran, antara Rp. 23.000/kg sampai Rp. 25.000/kg. Para penjual telor eceran di Pasar Soreang, Andir, Majalaya, Buah Batu, Baleendah dan Ciparai rata – rata menjual Rp. 24.000/kg.

Menurut ibu Kokom salah satu pedagang telor ketika di temui Bantenone.com di Pasar Soreang Bandung Minggu (28/4/2019) mengatakan. Sa’at ini harga telor dari pemasok di sekitaran wilayah Bandung sudah merangsak naik hampir setiap minggunya. Pekan lalu harga telor dijual Rp. 19.500/kg, untuk sekarang seharga Rp. 23.000/kg.

“harga telor hampir setiap 3 hari ada kenaikan sebanyak Rp. 500/kg nya. Dipastikan memasuki minggu petama bulan Ramadhan mencapai Rp. 25.000/kg nya. Dengan adanya upaya Pemerintah Kota Bandung soal komoditi telor mudah – mudahan harga telor stabil sampai lebaran” ucap Kokom.

(M. Yadhi).

[template id=”257″]

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan