Empat Remaja Diamankan Saat Patroli Dini Hari di Pondok Cabe, Polisi Soroti Pengawasan Orang Tua | BantenOne.com
POLRI  

Empat Remaja Diamankan Saat Patroli Dini Hari di Pondok Cabe, Polisi Soroti Pengawasan Orang Tua

Oplus_131072

BantenOne.com |PAMULANG — Tim Patroli Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya mengamankan empat remaja yang kedapatan mengonsumsi minuman keras di kawasan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat dini hari (15/5/2026).

Keempat remaja tersebut diamankan saat petugas menggelar patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sekitar pukul 02.43 WIB. Polisi menilai aktivitas para remaja yang berkumpul di pinggir jalan pada jam rawan malam berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, mengatakan petugas menemukan indikasi yang mengarah pada potensi aksi tawuran ketika melakukan patroli wilayah.

Baca juga  Habis Bacok Pemotor Hingga Tewas Tidak Kooperatif Dan Berusaha Kabur Serta Melawan Pelaku Ditembak Polisi

“Petugas menemukan adanya indikasi potensi aksi tawuran saat para remaja tersebut nongkrong di pinggir jalan pada jam rawan malam,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu botol minuman keras, tiga unit telepon genggam, serta dua sepeda motor yang digunakan para remaja tersebut.

Selanjutnya, seluruh remaja dibawa ke Polsek Pamulang guna menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut. Polisi juga memberikan pembinaan sebagai langkah pencegahan agar para remaja tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

Baca juga  Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79, Polres Tangsel Laksanakan Bedah Rumah Warga di Legok

Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat malam hingga dini hari. Menurut polisi, perhatian keluarga memiliki peran penting dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam perilaku berisiko seperti konsumsi miras, tawuran, hingga pergaulan negatif lainnya.

Belakangan ini, isu perlindungan anak dan remaja di Tangerang Selatan turut menjadi perhatian publik setelah mencuat dugaan kasus child grooming di lingkungan sekolah. Fenomena tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap pergaulan anak, termasuk aktivitas di media sosial dan lingkungan sosial sehari-hari.

Baca juga  Pantauan Command Center Jelang Lebaran: Jalan Tol dari Palembang Hingga Probolinggo Lancar

Pengamat sosial menilai masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Minimnya pendampingan dari keluarga maupun lingkungan sekitar dapat membuat remaja lebih mudah terpapar perilaku menyimpang dan tindakan berbahaya.

Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang remaja secara positif.

(RN)