Polres Metro Jaktim Adakan Jumat curhat dan Jumat Peduli Serta Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Slum Area | BantenOne.com
POLRI  

Polres Metro Jaktim Adakan Jumat curhat dan Jumat Peduli Serta Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Slum Area

BantenOne.com, Jakarta – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly memimpin kegiatan Jumat Curhat bersama warga Kelurahan Utan Kayu Utara Matraman sekaligus menyalurkan bantuan sosial.

Bantuan sosial diserahkan langsung oleh Kapolres Metro Jaktim usai kegiatan Jumat Curhat di daerah Slum Area RT 12 RW 05 Kel. Utan Kayu Utara Matraman. Bantuan sosial berupa beras diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan.

Baca juga  Polsek Pamulang Tebar Kepedulian Lewat Jum’at Berkah, Bagikan Nasi Padang untuk Driver Gojek dan Warga

“Pagi ini Polres Metro Jaktim dan Polsek Matraman selesai giat Jumat Curhat melaksanakan program Jumat Peduli dengan menyalurkan bantuan beras kepada warga di daerah Utan Kayu Utara Matraman.”. Ungkap Nicolas

Agenda rutin ini menyerap segala aspirasi, mendengar dan mencatat serta mencari segala solusi dari segala permasalahan yang ada di masyarakat . Serta berbagi terhadap sesama merupakan bentuk kepedulian dari Kepolisian.

Baca juga  Polsek Plered Polresta Cirebon Memberikan Pelayanan kepada masyarakat pengguna Jalan

Pihaknya pun memberikan himbauan kepada para warga dan orang tua yang mempunyai anak-anak untuk menjauhi segala macam tindakan kriminalitas maupun kenakalan remaja.

“Pesan saya untuk warga RT 12 dan Ketua RW 05, mengingatkan warganya untuk selalu menjaga putra putrinya jangan terlibat tawuran dan narkoba maupun pergaulan bebas.” Ujar Kapolres .

“Selalu tanamkan Budi pekerti dan ajarkan nilai – nilai agama dalam diri anak – anak semua”. Tambahnya.

Baca juga  Kepolisian Republik Indonesia : Berantas TPPU, Sita Aset Rp. 4,52 Triliun dari 297 Perkara di 2023

Kegiatan Jumat Curhat dihadiri oleh Pejabat Utama Polres dan Camat, Kapolsek, Danramil Matraman selain itu, kegiatan diikuti oleh Ketua RW, para Ketua RT setempat, perwakilan warga, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda.

“why”