Antisipasi Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Ini yang Dilakukan Polsek Pondok Aren | BantenOne.com

Antisipasi Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Ini yang Dilakukan Polsek Pondok Aren

 

 

 

BantenOne.com, Tangerang selatan – Momentum persiapan lebaran Idul Fitri sering kali dimanfaatkan pihak tertentu meraup keuntungan secara curang dengan mengedarkan uang palsu.

Untuk mencegah maraknya peredaran uang palsu itu, Polsek Pondok Aren memiliki cara sendiri yang dilakukan jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau tahun 2024 ini.

Menurut Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq, cara antisipasi peredaran uang palsu yang dilakukan pihaknya itu adalah dengan mendatangi pasar-pasar tradisional tempat pedagang kecil berjualan.

Baca juga  Kecamatan Cisauk dan Kelurahan Bonang Juara Satu Lomba PATEN Tingkat Kabupaten Tangerang

“Pedagang-pedagang di pasar ini biasanya rentan terhadap peredaran uang palsu, salah satunya karena mereka tidak mempunyai alat khusus untuk melakukan pengecekan uang palsu,” terang Kompol Bambang AS pada Jumat 29 Maret 2024.

Oleh karena itu, tegas Kompol Bambang AS, pihaknya menurunkan personel ke pasar-pasar tradisional untuk mengingatkan para pedagang agar tetap waspada terhadap peredaran uang palsu tersebut.

Baca juga  Mantapkan Pemenangan Pemilu 2024 DPD Nasdem Tangsel Gelar Rapat Konsolidasi 

Hal ini seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pondok Kacang Timur Aiptu M Soleh saat menyambangi Pasar Pagi Kompleks Maharta pada Jumat pagi di hari ke-18 bulan Ramadhan 1445 H ini.

Di pasar itu Aiptu M Soleh mengingatkan para pedagang untuk selalu mengecek keaslian uang yang diterima dengan pindai manual menerapkan 3D: dilihat, diraba, diterawang.

Baca juga  Wakil Bupati Cirebon Hadiri Tabligh Akbar Shalawat Bersama Dalam Rangka Harlah Jamsongo Ke-2 Tahun

Selain antisipasi peredaran uang palsu, pihak Polsek Pondok Aren juga memantau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mencegah terjadinya praktik kecurangan yang merugikan konsumen.

“Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terkait kecurangan volume BBM di SPBU kepada konsumen sebagaimana yang viral di media sosial belakangan ini,” jelas Kompol Bambang AS.

( Why )