Kunjungi Korban Kebakaran, Pilar Dengarkan Keluhan Warga | BantenOne.com

Kunjungi Korban Kebakaran, Pilar Dengarkan Keluhan Warga

BantenOne.com, TANGERANG SELATAN| Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendatangi korban kebakaran lapak Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (13/5). Dalam kunjungan tersebut Pilar mendengarkan keluhan warga yang mengungsi di musolah RT 01/01, Kecamatan Ciputat.

Dalam kunjungannya, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Apendi, Kepala Dinas Perdagangan Heru Agus, Kepala Disperkimta Aries Kurniawan, Kepala Bappedalitbangda Eki Herdiana, Kepala BPKAD Tangsel Wawang Kusdaya, Sekdisdukcapil Ucok Siagian, Kepala Damkar dan Penyelamatan Bani Khosyatullah, Kepala Dishub Chaerudin.

Pilar menjelaskan bahwa, pihaknya ikut berbela sungkawa terhadap musibah yang terjadi di Kawasan Pasar Ciputat. Sementara saat ini tim evakuasi sudah diturunkan seperti Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan dan juga beberapa aparat dari berbagai OPD.

“Kami Pemerintah Kota Tangsel turut belasungkawa. Kami juga berusaha maksimal, terjunkan langsung Damkar, untuk melakukan evakuasi,” ujar Pilar.

Baca juga  Polisi Bagikan Ratusan Nasi Box Di Pemukiman Warga Slum Area* Jakarta - Dalam menjaga dan membangun kemitraan antara Kepolisian dan masyarakat, Polres Metro Jakarta Timur melalui program Mantap dan Taktis melaksanakan kegiatan Polisi peduli dengan membagikan nasi box gratis ke masyarakat slum area di Kp. Sumur Rt 04/10 Klender Duren Sawit Jakarta Timur. Rabu (28/02/2024) siang. Kabag Ren AKBP Ruslan bersama Kabag Log, Kapolsek Duren Sawit dan Wakasat Binmas Polres Jakarta Timur dibantu unsur 3 Pilar Kecamatan Duren Sawit, TNI membagikan 300 nasi box dan air mineral kepada warga masyarakat kurang mampu. "Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata dari pendekatan Polisi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat." Ungkap Ruslan. Pihaknya pun berharap dengan bantuan nasi gratis ini dapat sedikit meringankan beban mereka. "Kegiatan berbagi nasi box ini rutin dilakukan dengan lokasi pembagian berpindah-pindah. Semoga bisa bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat." Jelas Kabag Ren. Semoga kegiatan ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat. Kolaborasi positif antara Kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikatan kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Ruslan mengatakan bahwa giat Polisi peduli ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, Ia berharap, giat ini dapat bermanfaat bagi para warga yang membutuhkan. Sementara itu, salah seorang warga mengucapkan terima kasih kepada Polri atas bantuan nasi kotaknya. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat, terutama warga yang kurang mampu. " Semoga kegiatan ini terus berlanjut Pak, kami sangat berterimakasih kepada jajaran Kepolisian. Sukses terus pak Polisi. " Ungkap salah seorang warga RT 04.

Dia menambahkan bahwa hal penting yang harus diperhatikan adalah pengecekkan kesehatan. “Kita turunkan tim medis untuk standbye disini, agar masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya,” ungkap Pilar kepada warga yang mengungsi di musolah.

Bapak ibu, jika ada yang ingin disampaikan, sampaikan saja apa yang dibutuhkan, tanya Pilar kepada warga, mereka pun menyampaikan kebutuhan apa saja kepada Wakil Walikota.

“Butuh popok, susu, matras dan lainnya,” ungkap Meta.

Kemudian Pilar juga memberikan amanat kepada Camat dan Lurah agar bisa berkonsentrasi dan berembuk kepada warga agar bisa mencari solusi terbaik terhadap situasi yang sedang terjadi. Sehingga tidak ada yang dirugikan.

Saat ditanya Pilar, cerita awal kebakaran seperti apa, Salah satu korban, Meta menjelaskan bahwa kejadian tersebut muncul di area pedagang daging. Api merambat cepat karena material bangunan yang mudah terbakar. Sehingga pada saat proses pemadamannya juga terhambat.

Baca juga  Jum'at Berkah Berbagai, Polsek Kelapa Dua Bagikan Nasi Kotak Ke Pengguna Jalan

“Tapi saat itu langsung ada pemadam kebakaran. Jadi yasudah tidak merambat lebih jauh. Meskipun memang ada sebagian yang rumahnya hancur dan harus dibangun ulang,” ujar Meta.

Saat ini adapun barang yang dibutuhkan oleh korban adalah susu bayi, popok bayi, obat-obatan, alat sholat seperti mukena dan sajadah. Selain itu juga warga meminta kepada pemerintah untuk membantu proses pembangunan kawasan tersebut menjadi sedia kala.

Untuk hal ini,Pilar akan diskusikan cari solusi yang terbaik. “Karena ini tanah pribadi bukan pemerintah, dan ada sebagian yang kontrak, maka kita akan pelajari secara hukum, yang terbaik seperti apa,” jelasnya.

Namun Pilar akan mencari solusi terbaik dengan mengkontrakan terlebih dahulu untuk warga yang menjadi korban.

“Di Dinas Perkimta ada anggaran itu, nanti kita lihat berapa lama dan dimana untuk kontrak sementara,” jelasnya.

Baca juga  Miris, 2 Tahun Database KPM PKH Desa Pondok Kelor Dimanfaatkan Oleh Oknum

Kepala Dinas Perkimta Aries Kurniawan, menjelaskan, untuk solusi terdekat, akan dikontrakan selama 3 bulan hingga 6 bulan, sampai proses ini selesai ditangani.

“Kita akan kontrakan namun untuk lokasi dan dimananya kordinasinya dengan wilayah seperti Kelurahan dan Kecamatan,” ungkapnya.

Pilar pun berpesan, saat masih dalam proses penanganan,warga dilarang untuk membangun kios dilahan tersebut.

“Saya berpesan jangan dibangun, kita tunggu prosesnya, karena dinas perindustrian akan mencari solusi terkaik untuk para pedagang, dinas perkim akan mencari solusi untuk kontrakan warga, dinas sosial akan memenuhi kebutuhan makan dan minum selama di pengungsian, dinas kesehatan akan standbye untuk pemeriksaan kesehatan, Dinas Disdukcapil akan mendata dan mencetak dokumen yang rusak,” jelasnya.

(Glen/rls)