Kemendagri-Adinkes Bersama Peran Desa Dalam Menanggulangi AIDS, Tuberkulosis, Malaria | BantenOne.com

Kemendagri-Adinkes Bersama Peran Desa Dalam Menanggulangi AIDS, Tuberkulosis, Malaria

BantenOne.com ,Tangerang-ADINKES merupakan salah satu asosiasi profesi yang bertujuan untuk memenuhi aspirasi dan partisipasi Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang telah berdiri sejak 2002.

Pada tahun 2021, Kementerian Dalam Negeri dengan ADINKES telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) Nomor: 119/7099/SJ Tanggal 8 Desember sebagai pedoman bersama dalam meningkatkan koordinasi, sinergi dan kerja sama khususnya dalam melakukan penanggulangan AIDS, TB dan Malaria di daerah.

Baca juga  Kapolresta Cirebon Resmikan Monumen Udang Dari Knalpot Yang Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

Untuk itu Adinkes ( Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia) melaksanakan Pertemuan Nasional pada hari ini Senin 31 Oktober 2022 Hinga Rabu tanggal 2 November 2022 di Hotel Horison Gran Serpong Jalan MH.Thamrin No.KM 27 Panunggangan Utara Kecamatan Pinang,Kota Tangerang Banten

Dengan mengundang Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dari 24 Provinsi diseluruh Indonesia,untuk merumuskan upaya bersama kedepan memperbaiki dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis,dan Malaria

Baca juga  Kecamatan Pamulang Kembali Rebut Juara Umum MTQ Tingkat Kota Tangsel Yang KE 8 Tahun 2024

Pada kesempatan tersebut hadir Wikan Gunadi Badan Eksekutif ,KEMENDAGRI,Sugito,S.Sos,MH Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan,KEMENDESA PDTT,BAZNAS, beserta para undangan lainnya

Sawijan Gunadi dari Badan Eksekutif menyampaikan Pentingnya mengingatkan dan mendorong Bappeda dan Dinas PMD untuk bersama-sama stakeholder di desa maupun di kampung untuk memastikan warganya tidak merokok sembarangan hingga berhenti merokok,adalah upaya dalam menekan angka kematian yang ter-asosiasi dengan rokok yang tercatat sekitar 30-an lebih penyakit

Baca juga  SMPN 5 Mengikuti Lomba Sekolah Sehat Dan Mewakili Untuk Kota Tangerang Selatan Di Tingkat Provinsi Banten

Sementara itu banyak kasus Tuberkulosis ( TBC ) di Indonesia sekitar 20-30% akibat perilaku merokok, sehingga pentingnya implementasi kawasan tanpa rokok (KTR) yang di berlakukan untuk menurunkan konsumsi merokok serta mencegah asap rokok terhirup Oleh Orang non perokok,ujarnya.

“Dev”