PERAN AGAMA DALAM STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN MENJELANG PEMILU 2019 | BantenOne

PERAN AGAMA DALAM STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN MENJELANG PEMILU 2019

2019

PERAN AGAMA DALAM STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN MENJELANG PEMILU

Bantenone.com,Tangerang-Peran umat beragama mendukung pembangunan infrastruktur dalam terwujudnya indonesia yang berdaulat.
Dalam acara yang di adakan di restoran telaga seafood (22/01/2019)

Sebagai wujud kepedulian sesama umat beragama yang dimana negara Indonesia dengan aneka ragam agama suku dan ras dalam satu bhineka tunggal Ika yang berpedoman pada pancasila, dalam acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen yang yakni:
DR.KH.MUJAR IBNU SYARIF,SH MA, DANDIM tangerang ,Letnan kolonel Inf. Faisol Izzudin,Kep kemenag tangsel dan tokoh- tokoh agama dianataranya Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan elemen masyarakat.

Dalam sambutanya “saat ini kita lg berada dalam bulan politik ,yang insya allah tidak lama lagi dan kepada masyarakat untuk tidak terpecah belah ,jadikan agama sebagai pemersatu dalam bangsa ini kita tetap berpegang teguh kepada pancasila yang mana pancasila menjadi alat pemersatu bangsa” ujar Faisol izzudin karimi sebagai Dandim 0506

Masih dalam sambutannya”Tri kerukunan umat beragama merupakan konsep nan digulirkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya menciptakan kehidupan masyarakat antar umat beragama.Istilah lainnya ialah ” trikerukunan “. Kemajemukan bangsa Indonesia yang terdiri atas puluhan etnis, budaya, suku, dan agama apa lagi saat ini banyak sekali berita bohong(hoax)yang beredar di media sosial yang tidak bertanggung jawab yang akan memecah belah kerukunan umat beragama yang selama ini bersatu teguh tanpa memandang agama apapun”imbuhnya

Sebagai umat beragama dan suku bangsa yang beraneka ragam agar bersatu untuk kepentingan umat dan kepentingan bersama agar antar umat beragama tidak mudah terpecah belah oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab

Acara tersebut berkerja sama dengan Mui,Kesbanfpoldan FKUI dan dihadiri oleh ratusan dari berbagai tokoh atau perwakilan agama setangerang selatan”.(rusdan)