Warga Terzolimi, Ajak Mediasi Pihak deplover | BantenOne

Warga Terzolimi, Ajak Mediasi Pihak deplover

Lokasi Aula Kantor Kelurahan Periuk,Mediasi terkait berjalan lancar,

BantenOne.com . Tangerang – Karena merasa terzolimi selama puluhan tahun, warga Perumahan Taman Jati Permai Periuk, mengajak pihak deplover Pt Rafi Sukses mengadakan mediasi di Kantor Kelurahan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (21/2/19).

Mediasi yang dihadiri DPRD Kota Tangerang komisi lV PDI P, Dinas PUPR, Perkim, Lurah Periuk, Bhabinkamtibmas, Binmas,  Ketua Rw, dan tokoh masyarakat, membahas penerbitan sertifikat dan lahan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) diserahkan deplover kepada yang berhak.

“Kami hanya minta pihak deplover serahkan sertifikat yang sudah lunas kepemiliknya, dan jangan halangi pemerintah bangun lahan fasos dan fasum,” pintanya.

Menurut Jumari, selama ini pihak devloper selalu melarang pemerintah membangun infrastruktur fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum). Selain itu, ia ketahui banyak warga yang sudah melunasi perkreditannya belum menerima sertifikat dari pihak perumahan tersebut.

“Mereka tidak boleh jalan, drainase dan yang lainnya dibangun pemerintah, sedangkan mereka tidak mau urus, selain itu juga banyak warga belum dapat sertifikat, meski sudah dilunasi hutangnya,” imbuhnya.

Perwakilan Pt Rafi Sukses, Aef Saefudin menyebut, mediasi ini sangat baik sekali dilakukan untuk mencari solusi terbaik serta kesepakatan, antara warga dan pihak deplover, yang selama ini belum menemukan titik temu jalan yang terbaiknya.

“Saya rasa baik sekali, inikan aspirasi masyarakat untuk nyatukan pendapat, perepsi dari warga dengan deplover dan pemerintah daerah, memang selama ini kita lagi cari solusi terbaik,” ucapnya.

Aef mengaku, bahwa kesalahan setiap saat akan bisa terjadi terhadap manusia, termasuk permasalahan yang dihadapi sekarang terjadi di Perumahan Taman Jati Permai Periuk, ia meminta kepada seluruh masyarakat dan instansi terkait, agar mencari jalan terbaik untuk semua.

“Mungkin saja ini terjadi kelalaian dari pihak deplover atau pemerintah, karena manusia itukan terus bergerak, karena ini perusahaan lama, jadi yang timbul permasalahan lama juga, dalam hal ini mari kita cari win-win solution bagus buat kita bersama,” pintanya.

Mediasi berjalan lancar, meski sempat terjadi perdebatan yang cukup lama, akhirnya menemukan kesepakatan bersama sementara antara warga dan pihak deplover.
(Igor/Ivn)

[template id=”257″]