BantenOne, TANGERANG SELATAN – Antusias jamaah dan warga masyarakat nampak terlihat dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad 1443 Hijriyah yang di gelar oleh panitia Masjid Jabal Nur Komplek Perumahan Villa Pamulang, Cluster Harmonia, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Minggu (06/ 03/2022) pagi.
Dalam peringatan Isra Mi’raj kali ini, Masjid Jabal Nur Villa Pamulang, menghadirkan berbagai Dai/Ustadz yang tergabung dalam Dai Dakwah Keliling (Dakil) yang terdiri dari, KH. Yusron, Ustadz Muhammad Sarifudin Pasha Al Jabari, S.Pi (Ki Pasha), Ki Wiro, Dr. KH. Muh. Zen, MA, Letkol laut (K) Rokhim HA, Mkes (Kyai Blangkon Loreng) dan dipandu oleh MC Ustadz Hasan Asari Oramahi, MA (Ki AO).
Selain itu hadir juga dalam kesempatan tersebut, Camat Pamulang serta unsur Babinkamtibmas dari Polsek Pamulang dan juga Babinsa dari Koramil Ciputat.
Ketua DKM Masjid Jabal Nur Vila Pamulang H. Ali Akbar mengatakan bahwa dirinya merasa sangat bahagia dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan ridho-Nya, DKM Jabal Nur Vila Pamulang kembali dapat menggelar acara Isra’Miraj yang bertepatan dengan hari Ahad, tanggal 3 Syaban 1434 hijriah, yang diselenggarakan dengan berkolaborasi dengan remaja-remaja masjid Jabal Nur dan juga ibu-ibu majelis taklim Jabal Nur.
“Untuk panitia acaranya alhamdulillah diketuai oleh remaja masjid Jabal Nur yaitu saudara Muhammad Arif dengan dibantu oleh ibu-ibu majelis taklim Jabal Nur. Dan untuk tema peringatan Isra’Miraj kali ini, pihak panitia acara mengambil tema “Hikmah Dibalik Musibah,” terang H. Ali Akbar.
Saat dimintai keterangannya terkait hikmah peringatan Isra’Miraj tersebut, Ketua DKM Masjid Jabal Nur Vila Pamulang itu mengatakan bahwa, Isra’Miraj itu terjadi saat situasi dan kondisi hati dari Nabi Muhammad SAW sedang sangat berduka yang sangat mendalam, karena di tahun tersebut Beliau baru saja kehilangan dua orang yang sangat di cintanya yaitu Pamannya Abdul Muthalib dan juga istrinya yang sangat-sangat disayangi oleh Rasulullah SAW yaitu Siti Khadijah.
“Allah SWT sangat tahu bahwa “kekasih-Nya” itu sedang sangat berduka atas wafatnya paman dan juga istrinya itu, untuk itu Allah SWT ingin membuat hati “kekasih-Nya” bergembira dan bahagia, dengan memerintahkan kepada malaikat Jibril as untuk membawa “kekasih-Nya” itu melakukan perjalanan Isra’Miraj yang hanya dapat dipercayai oleh keimanan saja bukan oleh logika dan akal pikiran manusia. Karena pada hakekatnya jika Allah SWT sudah Berkehendak, maka segala sesuatu itu PASTI bisa terjadi,” tegas H. Ali Akbar, yang saat ini menjabat sebagai Kabid PJU Dinas Perkimta Kota Tangsel.
Sementara itu, Ustadz Muhammad Sarifudin Pasha Al Jabari, S.Pi (Ustadz Pasha) mewakili para Ustadz yang tergabung dalam Dai Dakwah keliling (Dakil) saat ditanya hikmah dari Isra’Miraj bagi umat, mengatakan bahwa, Isra’Miraj itu adalah sebuah peristiwa yang sangat luar biasa. Oleh karena itu Allah SWT mengawali peristiwa Isra’Miraj dalam Al Qur’an itu dengan kalimat tasbih, yaitu Maha Suci Allah.
“Isra’Miraj itu adalah sebuah peristiwa yang sangat spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keinginan hamba-Nya. Karena Iman itu naik dengan nilai ketaatan kepada Allah SWT. Dan “Dakil” ini dibentuk bukan umat mendekati para dai, tapi kita lah para dai yang akan datang untuk mendekati umat, ada bentuk kebersamaan dan ada bentuk persaudaraan. Itulah mengapa dai “Dakil” ini dibentuk di Kota Tangerang Selatan,” ungkap Ustadz Pasha.
Lanjutnya, hikmah yang ketiga dengan peringatan Isra dan Miraj ini adalah bagaimana umat Islam itu dapat memakmurkan masjid. Karena ciri-ciri orang yang beriman itu adalah bagaimana dia dapat memakmurkan masjid. Karena orang yang mau memakmurkan masjid itu pasti dia hidupnya penuh barokah dan insya Allah memberi mendapat hidayah dari Allah SWT.
“Yang terakhir dari hikmah Isra’Miraj ini adalah jangan bosan-bosan untuk terus kita menuntut ilmu, karena dengan menuntut ilmu seseorang itu akan menjadi lebih mudah, karena kemajuan teknologi sekarang ini karena adanya ilmu,” tegas Ustadz Pasha, yang juga adalah seorang guru SMP di PGRI Ciputat tersebut.
(GLEN)




