BantenOne.com ,Tangsel-Perguruan INKAI Tangsel Dojo Young Tiger (DYT) berhasil meraih gelar juara umum Kejuaraan Karate Piala Walikota Tangerang Selatan I/ 2022.
Kejuaraan Karate Piala Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) telah rampung dipertandingkan di Gor Darussalam Puri Pamulang Ahad, (27/11/2022).
Hasil pertandingan Kejuaraan Karate Piala Walikota Tangsel I/2022 tingkat provinsi Banten, Tim karate DYT berhasil meraih gelar juara umum dengan total perolehan dua puluh satu medali emas. Menyusul di urutan kedua Dojo RSAKC dengan koleksi tujuh keping emas, berikutnya tim karate Gabdika Banten yang juga mengoleksi medali emas tujuh hanya selisih lima perak dari RSAKC.

Menurut Ketua Panitia pelaksana sensei Dewa Ketut dari tiga puluh lima Tim Karate (kontingen) bertarung di empat Tatami peserta mencapai hampir 600 karateka, hanya ada 3 kontingen yang mendapat piala juara umum 1, 2 dan 3.
“Juara Umum 1 diraih Tim Dojo Young Tiger (Kota Tangsel), kemudian juara umum 2 jatuh pada kontingen Dojo RSAKC (Kota Tangerang) menyusul urutan ketiga Tim Karate Gabdika Banten yang masing-masing mendapatkan tropy plus uang pembinaan,” ucap Dewa diakhir acara.
Ketua panitia melanjutkan, secara urutan perguruan INKAI tetap mendominasi perolehan medali sehingga layak meraih juara umum. Dan perguruan KKI berada di urutan kedua serta Gabdika tetap konsisten pada urutan ketiga.
Selanjutnya, Ketua Umum FORKI Kota Tangerang Selatan H. Salman Faris, S.E., M.Si. menyampaikan terimakasih semua perguruan karate yang terlibat dalam kejuaraan ini merupakan hasil kerja keras masing-masing tim.
“Saya ucapkan terimakasih pada panitia pelaksana telah sukses menyelenggarakan kejuaraan karate piala walikota Tangsel yang pertama tahun 2022. Maka kesempatan tahun depan buat lagi yang lebih meriah,” ujar Salman senator Golkar di DPRD Kota Tangsel.
Selain sukses menyelenggarakan Kejuaraan karate piala walikota Tangerang selatan yang dipimpin langsung Ketua Komisi Perwasitan FORKI Banten Ir. Senadi Manto, M.Si. menilai secara keseluruhan berjalan baik dan sesuai jadwal pertandingan.
“Saya sedikit memberikan pandangan sekaligus koreksi, bahwa gedung pertandingan tidak seimbang antara peserta dan kapasitas daya tampung, sehingga jarak penonton dan atlet berdesakan. Dampaknya suasana dalam gedung panas dan pengap,” ungkap Senadi salah satu senior INKAI di Banten.
“Red”




