Ayah Kandung Diduga Banting Bayi 6 Bulan hingga Tewas di Ciputat Timur | BantenOne.com

Ayah Kandung Diduga Banting Bayi 6 Bulan hingga Tewas di Ciputat Timur

Oplus_131072

BantenOne.com |TANGERANG SELATAN — Aksi keji diduga dilakukan seorang ayah kandung terhadap bayi berusia enam bulan di Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dibanting oleh pelaku yang tak lain adalah ayahnya sendiri, Minggu (14/12/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat ibu korban tengah mencuci pakaian di rumah. Sementara korban berada dalam gendongan ayahnya, SN, di sebuah warung makan milik pelaku yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Baca juga  Viral Video Diduga Penganiayaan oleh Sopir Angkot D01, Polisi Amankan Kendaraan dan Lakukan Penyelidika

Menurut keterangan saksi keluarga, bayi tersebut terus menangis saat berada di warung. Diduga diliputi emosi, pelaku kemudian membanting korban ke lantai sebanyak dua kali. Usai kejadian, pelaku sempat menutupi perbuatannya dengan mengaku terpeleset saat menggendong anaknya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih Jombang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, nyawa bayi tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Baca juga  Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar Himbau Para Orang Tua Edukasi Anak Agar Tak Terjerumus Dunia Prostitusi

Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat kondisi korban yang tidak wajar. Setelah didesak, terungkap bahwa korban bukan terjatuh, melainkan diduga menjadi korban penganiayaan. Jenazah bayi selanjutnya dibawa ke RSU Tangerang untuk keperluan autopsi.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa terduga pelaku telah diamankan guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga  Mantan Suaminya Paksa Anak Gadisnya Dibawah Umur Minum Cipralex, Lisa: Sungguh Biadab

“Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia saat ini sedang kami tangani. Pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

(RN)