BantenOne.com |Tangerang Selatan — Perjalanan panjang Tasya Alessia di dunia tarik suara akhirnya berbuah manis. Penyanyi muda berbakat asal Tangerang Selatan yang memiliki nama lengkap Anastasya Febrianty Susilo Allesia ini sukses meraih gelar Juara D’Academy 7 Indosiar, membuktikan kualitas vokal sekaligus ketangguhan mental panggungnya di ajang pencarian bakat bergengsi tersebut.
Tak hanya unggul di jalur dangdut, Tasya Alessia juga dikenal memiliki kemampuan bernyanyi lintas genre. Mulai dari pop hingga lagu daerah mampu ia bawakan dengan karakter vokal yang kuat dan interpretasi matang, membuat namanya kian diperhitungkan di industri musik Tanah Air.
Tasya dinobatkan sebagai juara pada malam Grand Final Kemenangan D’Academy 7, Jumat (26/12/2025). Anak didik coach Melly Lee ini berhasil mengungguli pesaing terkuatnya, Achmad Valen Akbar, melalui perolehan virtual gift. Tasya meraih total 406.360.300 koin, sementara Valen menyusul dengan 359.843.700 koin.
Sebagai ungkapan rasa syukur, keluarga besar Tasya menggelar acara tasyakuran di kediamannya di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, pada Minggu (28/12/2025). Acara tersebut berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri ribuan masyarakat Kota Tangerang Selatan yang turut merayakan kemenangan putri daerah kebanggaan mereka.
Ayah Tasya, Bambang Susilo, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia, khususnya warga Tangerang Selatan. Ia berharap Tasya dapat terus mengembangkan bakatnya di musik dangdut dan melahirkan karya-karya yang diterima luas oleh masyarakat.
“Sungguh perjuangan kami, terutama Tasya, luar biasa. Di tengah kritik dan banyak yang menjatuhkan serta menjelekkan, Tasya tetap pada pendiriannya—kuat dan terus berusaha menjadi yang terbaik,” ujar Bambang.
Ia juga mengenang masa-masa perjuangan keluarga sejak awal mengikuti kompetisi. “Dari awal ikut DA’7 Indosiar, kami benar-benar hanya bermodalkan keyakinan. Kalian lihat sendiri keadaan kami, banyak suka duka yang Tasya lalui. Naik KRL dari stasiun ke stasiun, transit, sambil membawa bekal dari rumah. Semuanya seperti mimpi. Alhamdulillah, terbalas dengan Tasya menjadi juara—dari yang bukan siapa-siapa, sekarang dikenal banyak orang,” tuturnya haru.
Bambang dan istri berharap Tasya tetap rendah hati, menjadi anak yang sholehah, dan terus berkarya agar karyanya dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Partai Gerindra, Zulfa Sungki, yang tampak mendampingi orang tua Tasya saat grand final. Ia menyatakan kebanggaannya atas prestasi Tasya yang membawa nama baik Tangerang Selatan.
“Saya hanya bisa memberikan dukungan dan support untuk Tasya dan keluarga. Pencapaian ini luar biasa. Keberhasilan ini datang dari diri Tasya sendiri—mental yang kuat adalah dasar kesuksesan. Saya masih ingat saat kompetisi, ketika peserta lain mendapat banyak gift, Tasya hanya duduk terdiam, tapi mentalnya luar biasa. Ia tampil total dan memberikan yang terbaik. Saat itu saya menangis karena tidak bisa membantu secara finansial,” ungkap Zulfa.
Menurutnya, kemenangan Tasya adalah hadiah terindah bagi masyarakat Tangerang Selatan. “Saya mendampingi orang tuanya hingga grand final karena Tasya sudah seperti anak sendiri bagi saya,” tambahnya.
Ucapan selamat juga disampaikan Tubagus Imamudin, yang berharap Tasya dapat terus berkembang dan memperkaya khazanah musik dangdut Indonesia. “Kami bersyukur Tasya menjadi juara dan mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan dan Banten. Ke depan, semoga Tasya terus berkembang dan karyanya diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Dengan gelar juara D’Academy 7 di tangan, Tasya Alessia kini menatap babak baru kariernya. Perpaduan bakat, kerja keras, dan mental baja menjadi modal berharga bagi sang juara untuk melangkah lebih jauh di industri musik nasional.
(RN)




