Tragedi Kemanusiaan di Tangsel: Bayi Enam Bulan Tewas Akibat Kekerasan Ayah Kandung | BantenOne.com

Tragedi Kemanusiaan di Tangsel: Bayi Enam Bulan Tewas Akibat Kekerasan Ayah Kandung

Oplus_131074

BantenOne.com |TANGERANG SELATAN — Penutup akhir tahun 2025 diwarnai tragedi kemanusiaan yang mengguncang Tangerang Selatan. Seorang bayi perempuan berusia enam bulan meregang nyawa setelah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Kasus tersebut diungkap secara resmi oleh Polres Tangerang Selatan dalam agenda press release akhir tahun yang digelar di Mapolres Tangsel, Rabu (31/12/2025). Sejumlah pejabat daerah dan kepolisian hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan jajaran pimpinan Polres Tangsel.

Baca juga  Polres Metro Jaktim Adakan Jumat curhat dan Jumat Peduli Serta Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Slum Area

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang menyampaikan bahwa perkara ini menjadi salah satu kasus paling serius sepanjang Desember 2025 karena melibatkan korban anak di bawah umur.

“Korban A.S.A., bayi perempuan berusia sekitar enam bulan, meninggal dunia akibat kekerasan fisik. Pelaku adalah ayah kandungnya sendiri,” kata Victor.

Peristiwa tragis ini terjadi dalam dua rangkaian waktu pada 12 dan 14 Desember 2025 di sebuah kamar yang berada di area warung sembako, Kecamatan Ciputat. Berdasarkan hasil penyidikan, kekerasan dilakukan secara berulang karena pelaku tidak mampu mengendalikan emosinya saat korban menangis.

Baca juga  Satu Orang Personel Polresta Cirebon Mendapat Kenaikan Pangkat Pengabdian

Pemeriksaan medis dari RS Kabupaten Tangerang menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat trauma di bagian kepala akibat kekerasan tumpul.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyidikan. Tersangka saat ini telah ditahan dan dijerat pasal berlapis Undang-Undang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman berat.

Baca juga  Kabar Miring Libatkan Pengurus Galigo Institute Ternyata Salah Paham

Kapolres menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat serius bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, khususnya terhadap anak. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Polres Tangerang Selatan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan dalam rumah tangga, demi mencegah tragedi serupa terulang.

(RN)