BantenOne.com |SERPONG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pengambilan dan pengujian sampel air Kali Jaletreng menyusul dugaan pencemaran zat kimia pascakebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu.
Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengatakan pengujian dilakukan untuk memastikan tingkat dan sebaran cemaran yang mengalir melalui badan sungai tersebut. Sampel air diambil di beberapa titik strategis dengan melibatkan DLH dari daerah lain.
“Untuk Kali Jaletreng, kami sudah mengambil sampel air dan saat ini sedang diuji di laboratorium DLH Tangsel. Kami juga berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang yang mengambil sampel di Pintu Air 10 serta DLH Kabupaten Tangerang di wilayah Sepatan,” ujar Bani saat ditemui di Serpong, Selasa (10/2/2026).
Menurut Bani, hasil uji laboratorium dari masing-masing daerah nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan antisipasi dampak lanjutan.
Selain itu, DLH Tangsel mengeluarkan imbauan kepada warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang ditemukan mati atau terdampak di sepanjang aliran Kali Jaletreng.
“Kondisi ikan tersebut tidak dapat dipastikan keamanannya. Dikhawatirkan sudah terpapar zat kimia berbahaya, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi,” tegasnya.
Bani menambahkan, sesuai arahan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, pemerintah daerah akan melakukan langkah mitigasi terpadu guna meminimalkan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Tim gabungan dari Satpol PP, DLH, dan Dinas Kesehatan akan turun langsung ke lapangan. Kami juga berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri Taman Tekno untuk memastikan tidak terjadi potensi bencana lanjutan,” katanya.
DLH Tangsel memastikan akan terus memantau kondisi lingkungan di sekitar Kali Jaletreng sembari menunggu hasil resmi pengujian laboratorium.
(RN)




