BantenOne.com |Tangerang Selatan – Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan arah kebijakan pembangunan tahun anggaran mendatang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026. Dengan fokus utama pada penguatan infrastruktur lingkungan dan peningkatan kualitas pelayanan warga.
Dalam forum perencanaan tersebut, disepakati pagu anggaran sebesar Rp2,573 miliar yang akan dialokasikan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari perbaikan drainase, penataan jalan lingkungan, hingga penguatan layanan publik berbasis kewilayahan.
Musrenbang Kelurahan Rempoa digelar sebagai ruang partisipatif yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya jajaran kelurahan, perwakilan kecamatan yang diwakili Sekretaris Camat Ciputat Timur Kamaludin, anggota DPRD daerah pemilihan setempat, tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, kader, serta unsur organisasi kemasyarakatan. Selasa (20/1/2026).
Lurah Rempoa, Hendra, menegaskan bahwa seluruh program prioritas yang dirumuskan merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat secara berjenjang dari tingkat RT dan RW. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan riil warga.
“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menyatukan gagasan warga. Dari sinilah kita memastikan bahwa program pembangunan benar-benar berangkat dari persoalan nyata di lingkungan,” ujar Hendra.
Dengan dukungan pagu anggaran yang telah ditetapkan, Kelurahan Rempoa memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, khususnya sistem drainase guna mengantisipasi genangan air, penataan akses jalan permukiman, serta penyediaan sarana pendukung keselamatan dan kenyamanan warga.
Selain sektor fisik, penguatan layanan dasar turut menjadi perhatian, mencakup dukungan terhadap kegiatan kesehatan masyarakat, pendidikan nonformal, serta upaya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Musrenbang Rempoa juga menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu pilar pembangunan. Program pelatihan keterampilan, penguatan UMKM lokal, dan kegiatan sosial berbasis komunitas dipandang strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi warga di tengah dinamika kawasan perkotaan.
Sementara itu, perwakilan kecamatan menegaskan bahwa seluruh usulan hasil Musrenbang akan melalui proses verifikasi dan sinkronisasi dengan rencana pembangunan di tingkat kota. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselarasan program sekaligus efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Prinsipnya adalah transparansi dan keberlanjutan. Setiap alokasi anggaran harus memberi manfaat langsung dan terukur bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui Musrenbang ini, Kelurahan Rempoa menegaskan komitmennya untuk membangun wilayah secara inklusif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan warga, sejalan dengan visi pembangunan Kota Tangerang Selatan.
(RN)




