Sachrudin Soroti Peran CSR Saat Khitanan Massal Gratis Tangerang | BantenOne.com

Sachrudin Soroti Peran CSR Saat Khitanan Massal Gratis Tangerang

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan peran CSR saat khitanan massal gratis di Golden Tulip, dorong kolaborasi sosial berkelanjutan.

BantenOne.com |Kota Tangerang,. – Program khitanan massal gratis menjadi sorotan di Kota Tangerang, Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Golden Tulip dengan dukungan Corporate Social Responsibility. Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, hadir menyaksikan langsung jalannya pelayanan kesehatan tersebut.

Sejak pagi, peserta mulai berdatangan bersama orang tua. Tenaga medis disiagakan untuk memastikan proses berjalan aman dan nyaman bagi anak-anak.

Baca juga  Komitmen Turunkan Kasus Tuberkulosis, Pemkot Tangerang Hadirkan Skrining Akbar

Sachrudin menyampaikan rasa terima kasih kepada penyelenggara. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret kolaborasi dunia usaha dan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini kepedulian sosial yang memberi manfaat nyata,” ujar Sachrudin.

Ia menilai, khitanan massal gratis memberi akses kesehatan yang bermartabat. Terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca juga  Vaksinasi Tahap Pertama Untuk Jurnalis Sudah Dilaksanakan DPD KO-WAPPI Ucapkan Terima Kasih Pada Pemerintah Daerah

Menurut Sachrudin, program CSR sejalan dengan visi Kota Tangerang yang inklusif. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan layanan dasar.

Ia menyoroti pertumbuhan penduduk yang pesat di Tangerang. Kondisi tersebut menuntut pelayanan publik yang semakin adaptif dan kolaboratif.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Sachrudin.

Ia menegaskan, peran dunia usaha sangat penting dalam pembangunan sosial. CSR dinilai mampu menjangkau kebutuhan warga secara langsung dan cepat.

Baca juga  Dinkes Kota Tangerang Inisiasi Pertemuan Pemerintah dan Swasta

Sachrudin berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan. Tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga sektor sosial lainnya.

“Ukuran keberhasilan kota bukan hanya ekonomi, tetapi kepedulian terhadap yang membutuhkan,” tuturnya. (Haryo